WAMENA – Pada tahun 2013 ini harga kopi gabah asalan kadar air 60 sampai 76 persen akan dinaikkan. Hal tersebut disampaikan, Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica, Selion Karoba yang juga Pendiri sekaligus Ketua Specialty Coffee Association of Papua (SCAP) dan sebagai Eksportir Kopi Baliem-Papua.
Menurut Karoba, kenaikkan harga kopi gabah tahun ini bukan kebetulan atau rencana tiba-tiba, melainkan hal itu berdasarkan Keputusan Rapat Umum Anggota (RUA) pertama pada (29/3/2012) di Cafe Wio-Wesagaput Wamena.
“Jadi, perlu diketahui oleh semua pihak lebih fokus kepada petani kopi se-Pegunungan Tengah Papua bahwa, setiap tahun Koperasi Baliem Arabica (KBA) menaikkan harga kopi gabah asalan berdasarkan Keputusan Rapat Anggota, bukan sebaliknya atas dasar kemauan sendiri,” ujarnya melalui email yang dikirimkan ke redaksi Harian Pagi Papua, Minggu (20/1/2013).
Diungkapkannya, pada tahun 2008-2009 pembelian kopi oleh KBA menawarkan harga Rp. 4.000 per-liter kopi gabah atau sama dengan Rp. 14.000 per kilogram kopi biji kering ke petani. Tahun 2009-2010 Koperasi Baliem Arabica menawarkan harga kopi gabah Rp. 5.000 per-liter atau sama dengan Rp. 17.500 per-kilogram kopi biji kering. Selanjutnya Tahun 2010-2011 berdasarkan kesepakatan bersama dalam Rapat Aanggota Tahunan (RAT) harga kopi gabah asalan ditetapkan Rp. 6000 per-liter atau sama dengan harga kopi biji kering per-kilogram Rp.21.000. Kemudian Tahun 2011-2012 melalui Rapau Umum Anggota (RUA) Pertama KBA memutuskan untuk tidak menaikkan harga kopi tapi lebih fokus kepada perbaikkan mutu dan kualitas kopi gabah (proses).
Tahun 2013 ditetapkan untuk menaikkan harga kopi gabah asalan kadar air 60 sampai 75 persen atau sama dengan Rp. 24.500 per-kilogram kopi biji kering. Ketua Koperasi Baliem Arabica (KBA) Selion Karoba juga berjanji bahwa, kedepan harga kopi gabah asalan pasti akan naik terus tetapi dibarengi dengan kerja keras petani dalam hal perbaikkan mutu dan kualitas. Selain itu dalam hal peningkatan kuantitas kopi gabah asalan.
Karoba menambahkan, cita-cita akhir dari KBA adalah, mengembalikan sistem bisnis pada rell-nya yaitu petani harus mampu menawarkan harga kepada pihak pembeli. Kalau sistem itu tercipta maka KBA akan merasa puas dengan upaya-upaya yang sedang dilakukan saat ini. “Jadi, sekali lagi kembali saya sampaikan bahwa tahun 2013, koperasi baliem arabica akan mensahkan harga kopi gabah asalan kadar air 60 sampai 75 persen per-liter Rp 7.000 atau setara dengan kopi biji kering per-kilogram seharga Rp 24.500,” tandasnya.(ecy/hpp).
______________________
Sumber: Harian Pagi Papua
Edisi: Selasa, 22 Januari 2013
WAMENA - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) XXIII tahun 2012 selain menampilkan berbagai atraksi budaya masyarakat lembah baliem, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya pengusaha untuk memasarkan produksi, salah satunya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica Wamena.
Head of Cooperative KSU Baliem Arabica Selion Karoba kepada Harian Pagi, Rabu (8/8) kemarin mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan FBLB, karena melalui ivent tersebut dapat mengangkat budaya masyarakat lembah baliem. “Moment ini sangat penting dan harus terus dilakukan, sebagai salah satu bentuk dukungan kami turut mengambil bagian dengan mengisi salah satu stand yang disiapkan oleh panitia,”ujarnya.
Selama FBLB berlangsung kata Selion Karoba, pihaknya menawarkan produk yang dihasilkan oleh KSU Baliem Arabica yaitu kopi bubuk yang sudah memiliki sertifikat organik baik dari Eropa maupun dari Amerika. “Ini adalah produk baru dengan sertifikat organik berstandar Eropa dan Amerika, dimana selama FBLB kami menawarkan kopi bubuk harganya yang kemasan kecil Rp 10 ribu/bungkus dan kemasan besar Rp 35 ribu/bungkus,”imbuhnya.
Selain kemasan kopi bubuk lanjut Selion, pengunjung juga bisa menikmati kopi Balim Arabica di stand KSU Baliem Arabica. “Bagi yang mau minum kopi, bisa langsung harganya cukup terjangkau yaitu Rp 8.000 per gelas,”tuturnya. (lmn)
________________________
Sumber: Harian Pagi Papua
Edisi: Jumat, 10 Agustus 2012
WAMENA - Produksi kopi Arabica yang dihasilkan para petani kopi di wilayah Pegunungan Tengah Papua setiap tahun mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya hasil produksi tersebut disambut baik oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica, pasalnya jika hasil produksi meningkat, maka target eksportnya pun mengalami peningkatan.
Head of Cooperative KSU Baliem Arabica Selion Karoba mengungkapkan, September 2012 mendatang, pihaknya akan mengeksport kopi ke Amerika 18 ton. “Dari tahun ke tahun hasil produksi kopi di Pegunungan Tengah Papua terus meningkat, pertama kita eksport 12 ton, kemudian 14 ton dan 16 ton, selanjutnya September 2012 kita kirim ke Amerika 18 ton,”ujar Selion Karoba kepada Harian Pagi Papua, di Wamena.
Selain ke Amerika lanjut Selion, pihaknya juga akan mengirim kopi ke sejumlah tempat seperti Friport dan Jakarta. Mengenai harga kopi, Selion Karoba mengatakan, harga kopi ditentukan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) KSU Baliem Arabica, dimana tahun ini harga pembelian kopi dari petani Rp 6.000 per liter. “Kita sudah beberapa kali naikkan harga pembelian kopi, 2010 lalu harga kopi gabah (kopi dengan kulit kering) Rp 5.000 per liter, tahun ini harganya Rp 6.000 per liter, dan 2013 mendatang harganya kita naikkan menjadi Rp 7.000 per liter,”ujar Silion.
Selain menaikkan harga kopi lanjut Selion, pihaknya berusaha mendekatkan pelayanan kepada petani kopi yang sudah menjadi anggota koperasi dengan memberikan bantuan berupa peralatan dan pembelian kopi melalui system jemput bola.
“Beberapa tahun terakhir, kami lakukan pembelian kopi dengan membuat pasar akbar kopi di daerah-daerah penghasil kopi seperti di Kabupaten Lanny Jaya, Jayawijaya, Yahukimo dan Tolikara, melalui pembelian kopi seperti ini kami yakin target eksport tahun ini bisa tercapai,”ujarnya. (lmn)
_________________________
Sumber: Harian Pagi Papua
Papua Time