WAMENA – Pengelolaan Kopi Baliem Arabika ternyata didukung juga oleh lembaga bisnis yang cukup terkenal yaitu Amartha (Agribusines Market and Suport Activity) dan Ausaid. “Karena kualitas dan pangsa pasar yang jelas. Juga pengelolaan lingkungannya yang baik dan jelas,” ungkap pendiri KSU Baliem Arabica, Selion Karoba, saat ditemui Bintang Papua, kemarin.
Di Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica tersebut, menurutnya juga menampung beberapa kopi dari daerah-daerah di kabupaten lain yaitu, Tolikara, Lanny Jaya, Puncak Jaya. “Dan semua ditampung di koperasi, sedangkan pembayarannya sesuai dengan berapa banyak yang dihasilkan setiap orang, sehingga itu menjadi hak mereka, dan koperasi juga mempunyai harga kopi tersebut, baik berupa gabah juga di tampung,” katanya.
Kalau di tingkat petani kopi, menurutnya dibeli dengan harga Rp.18.000/kg. Dan untuk konsumsi kopi lokal dihargai Rp.20.000./kg. Jenis produknya pun mulai dari yang kasar, halus, dan bentuk biji kering dan gorengan. “Dan juga ada produk lokal, yaitu Baliem Blue Coffee,yang juga dihasilkan dari KSU baliem arabica,” pungkasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga mutu dan kualitasnya. Dan bahkan luas tanah untuk menanam kopi juga akan di perluas lagi.
“Karena hasil dari kopi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat, yang juga sebagian besar sebagai petani. Sehingga permintaan pasar tercukupi. Dan tahun ini kami akan mengirin 36 Ton untuk ke Amerika yaitu Paragon Tranding Companny,” pungkasnya.(cr-25/l03)
_______________________
Sumber: Bintang Papua
Papua Time