Archive for the ‘Kegiatan Pengolahan’ Category
WAMENA – Dari sekitar 550 kabupaten kota di Indonesia, hanya 2 kabupaten yang mendapatkan penghargaan pertanian dari Wakil Presiden RI, Budiono melalui menteri pertanian, yaitu Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Gili Hulu. Penghargaan itu diberikan tanggal 14 oktober lalu yang diwakili Asisten III Kabupaten Jayawijaya, Tonny Mayor, S.Pd,MM di Istana Merdeka, Jakarta.
Sementara itu Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo,S.Sos.M.Par kepada Wartawan mengatakan, penghargaan itu diberikan karena Kabupaten Jayawijaya dalam mengelola pertaniannya tanpa memakai pupuk kimia,
“Selain itu, Lembah Baliem sendiri telah berhasil memproduksi kopi baliem arabica yang langsung diekspor ke luar negeri, khususnya Amerika sebanyak 6000 ton lebih. Dan pengelolaanya tanpa menggunakan pupuk kimia,” ungkapnya.
Selain kopi, menurutnya hasil-hasil kebun serta tanaman pertanian juga bebas dari pupuk kimia khususnya kopi baliem arabica termasuk kopi dengan kualitas terbaik yang diakui dunia karena pasarnya suda internasional dan diakui oleh salah satu perusahaan kopi dunia diamerika yaitu straubuuch. Dan beberapa perusahaan minuman kopi terkenal lainnya.
Untuk itu, kedepannya pihaknya akan memproteksi para petani agar dapat memproduksi lebih banyak lagi sebagai upaya memenuhi permintaan pasar.
“Dan juga sebenarnya Papua Arabica akan kami ganti dengan Baliem Arabica, karena yang berada di Baliem,” jelasnya.
Pemkab Jayawijaya juga akan membuat hak patentnya, sehingga benar-benar terlindungi dan para petani bisa menikmati hasilnya dengan harga yang wajar.
“Dan kedepannya kami akan tetap mempertahankan pupuk organik dan tidak menerima suplay pupuk kimia dari luar sehingga nantinya bkan saja kopi yang akan diekspor namun sayur-sayuran juga akan diekspor keluar,” harapnya. (cr-25/aj/LO1)
______________________________
Sumber: Bintang Papua
KBR68H, Wamena – Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica akan mengekspor 36 ton kopi Arabica dari Pegunungan Tengah Papua ke Amerika Serikat. Ketua Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica, Selion Karoba mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan kopi ekspor tersebut, pihaknya membuka pasar akbar kopi di beberapa daerah penghasil kopi.
“Yang Tersedia saat ini berapa banyak? Kurang lebih 3 ton. Kita mulai pembelian keluar ni bulan Juni. Kapan dikirim? Kita akan kirim 2 kali, 36 ton itu 2 kontainer. Kontainer pertama kita akan rencana kirim akhir bulan Agustus dan kontainer kedua kita rencana kirim oktober. Tujuannya? Paragon coffe, karena kita sudah teken kontrak. Tahun depan kita coba royal coffee lagi, dia minta juga jadi kita coba”.
Menurut Ketua Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica, Selion Karoba, selain akan dikirim ke Amerika, koperasi juga menyediakan kopi untuk konsumsi lokal. Kopi tersebut untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, Timika, Jayapura dan Jakarta.***
______________________________________
Sumber: KBR68H
WAMENA - Untuk pencapaian target ekspor kopi arabika pada tahun 2011 ke-Paragon Amerika Serikat sebanyak 36 ton, KSU Baliem Arabika Wamena telah mengundang para petani kopi atau pelakunya melalui Rapat luar biasa yang dilangsungkan kemarin di Bethesda Wamena.
Melalui Pertemuan itu, akan disepakati terutama masalah harga yang sudah dinaikkan menjadi 6 ribu rupiah per-liter atau sama dengan 21 ribu per-kilo. Demikian dikemukakan Ketua Koperasi KSU Baliem Arabika Wamena Selion Karoba kepada wartawan seusai pembukaan Rapat anggota luar biasa Koperasi Serba Usaha, KSU Baliem Arabika di Wamena kemarin.
Dikatakan, Harga dinaikkan menjadi enam ribu dari sebelumnya lima ribu rupiah, karena mengalami perubahan jumlah dan kualitas kopi yang diekspor. Apabila target ekspor 36 ton tahun ini dapat tercapai, kemungkinan besar tahun depan harga kopi kepada petani juga akan dinaikkan.
Tentang rencana eksport kopi, Selion Karoba, berujar, untuk tahun ini, KSU Baliem Arabika Wamena akan mengekspor biji kopi bulan oktober satu container dan nopember 2011 satu kontainer ke-Amerika Serikat.
Menyangkut kendala yang dihadapi, Selion Karoba menjelaskan, masalah yang dialami selama ini adalah masalah perbaikan kualitas kopi, sehingga para petani membutuhkan peralatan pengupas kulit merah dari biji kopi, terpal, Loyang dan ember serta gudang. Sedangkan kendala yang dialami pihak koperasi adalah belum adanya mobil boxs untuk menyimpan biji kopi yang sudah siap dieksport, karena biji kopi yang siap eksport tidak boleh kena angin dan air, karena akan berdampak pada turunnya kualitas kopi tersebut.
Ketua Koperasi Baliem Arabika Selion Karoba mengharapkan melalui rapat anggota luar biasa ini, pemerintah propinsi papua maupun Pemerintah daerah asal penghasil kopi, dapat segera menetapkan Perda, Perdasus demi melindungi kopi sebagai produk kearifan local, agar seluruh hasil karya masyarakat local tidak diperdagangkan secara liar yang akibatnya merugikan pemerintah dan masyarakat itu sendiri.- (Jamonter S)
___________________________________
Sumber: RRI Wamena
Edisi: 10 April 2011
Papua Time